sudah pernah nonton
film english vinglish? Iya film india tapi gak full joget-joget doang. Film ini
menampilkan tokoh utama seorang ibu dari 2 orang anak yang sangat jago bahasa
inggris. Sedangkan si ibu tidak bisa berbahasa inggris. Di keluarganya sendiri
si ibu yang bernama sashi ini di remehkan oleh ke dua anaknya dan suaminya
karena ia mempunya bahasa inggris yang sangat buruk. Tokoh sashi di gambarkan
sebagai wanita tradisional india yang sangat cantik dan pandai membuat ladoo. Jadi
d keluarganya sendiri sashi di perlakukan seperti pembantu. Memang dia tetap
tidak mau meninggalkan adat istiadatnya sebagai seorang Hindi dimanapun dia
berada. Sehingga dia kelihatan kolot (terutama dimata anaknya) di tengah tengah
masyarakat modern. Kekolotan yang ditampilkan terutama saat dia menghadiri
acara pertemuan antara orang tua siswa dengan guru sekolah anaknya, anaknya
sangat malu karena ibunya tidak mampu berbahasa inggris, sementara sekolahnya
mungkin tergolong sekolah Bertarap International.
Suatu ketika saudaranya
Sashi yang bertempat tinggal di Amerika mengirimkan undangan perkawinan
anaknya, mereka diundang untuk datang ke Amerika, dan suaminya karena pekerjaan
memilih datang pada Hari “H” dan karena istrinya tidak ada pekerjaan maka
disuruh berangkat 1 bulan sebelum hari H, sendirian lagi. Sashi sangat takut. Bagaimana
tidak ? Sashi ke USA Sendirian dengan kemampuan bahasa inggris yang 0 besar.
sampai di Amerika dia merasa bingung tdk tahu
mau berbuat apa, bahasa tdk mengerti, ngomong tidak tahu mau ngomongin apa,
sampai kemudian dia melihat sebuah Iklan Kursus Singkat Bahasa Inggris 4
Minggu.Sambil membongkar tabungan, akhirnya dia mendaftar Kelas Bahasa Inggris
kilat, dan selama pelajaran dia selalu menjadi Siswa yang terbaik. dan betapa
pentingnya dirasanya pelajarannya itu sampai sampai ketika anaknya telah tiba
di Hollywood pun dia masih mencari cari alasan untuk pergi kursus tentunya
dengan jalan berbohong. Di tempat kursus itu ia merasakan apa yang tidak ia
dapatkan selama di india. Apa yang di lakukan selalu di puji sehingga ia
semakin termotivasi melakukan hal itu lagi dan lagi. Nah, di ilmu psikologi
fenomena ini di sebut reinforcement yaitu penguatan perilaku. Orang akan
cenderung melakukan hal yang sama ketika apa yang ia lakukan di beri semacam
penguatan berupa reward. Akhir cerita, dia sukses berbahasa Inggris dan semua
orang menaruh hormat padanya, termasuk suami dan anaknya.Jangan pernah meremehakan kemampuan seseorang. Merasa tidak di hargai itu sangat menyiksa. Pada film ini terlihat sang suami sangat meremehkan istrinya. Sashi sangat mencintai keluarganya meskipun keluarganya memperlakukannya dengan sangat tidak baik. Terlihat dari caranya cemburu kepada suaminya yang sangat kebarat-baratan. Dengan pede-nya sang suami mencium dan memeluk wanita lain di depan istrinya sebagai ucapan halo. Sedangkan selama di tempat kursus sashi juga sempat di taksir oleh seorang koki asal prancis tapi sashi tetap setia kepada suaminya. Maka dari itu jangan pernah meremehkan orang :’)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar