Senin, 07 Juli 2014

english vinglish



sudah pernah nonton film english vinglish? Iya film india tapi gak full joget-joget doang. Film ini menampilkan tokoh utama seorang ibu dari 2 orang anak yang sangat jago bahasa inggris. Sedangkan si ibu tidak bisa berbahasa inggris. Di keluarganya sendiri si ibu yang bernama sashi ini di remehkan oleh ke dua anaknya dan suaminya karena ia mempunya bahasa inggris yang sangat buruk. Tokoh sashi di gambarkan sebagai wanita tradisional india yang sangat cantik dan pandai membuat ladoo. Jadi d keluarganya sendiri sashi di perlakukan seperti pembantu. Memang dia tetap tidak mau meninggalkan adat istiadatnya sebagai seorang Hindi dimanapun dia berada. Sehingga dia kelihatan kolot (terutama dimata anaknya) di tengah tengah masyarakat modern. Kekolotan yang ditampilkan terutama saat dia menghadiri acara pertemuan antara orang tua siswa dengan guru sekolah anaknya, anaknya sangat malu karena ibunya tidak mampu berbahasa inggris, sementara sekolahnya mungkin tergolong sekolah Bertarap International.
Suatu ketika saudaranya Sashi yang bertempat tinggal di Amerika mengirimkan undangan perkawinan anaknya, mereka diundang untuk datang ke Amerika, dan suaminya karena pekerjaan memilih datang pada Hari “H” dan karena istrinya tidak ada pekerjaan maka disuruh berangkat 1 bulan sebelum hari H, sendirian lagi. Sashi sangat takut. Bagaimana tidak ? Sashi ke USA Sendirian dengan kemampuan bahasa inggris yang 0 besar.
sampai di Amerika dia merasa bingung tdk tahu mau berbuat apa, bahasa tdk mengerti, ngomong tidak tahu mau ngomongin apa, sampai kemudian dia melihat sebuah Iklan Kursus Singkat Bahasa Inggris 4 Minggu.Sambil membongkar tabungan, akhirnya dia mendaftar Kelas Bahasa Inggris kilat, dan selama pelajaran dia selalu menjadi Siswa yang terbaik. dan betapa pentingnya dirasanya pelajarannya itu sampai sampai ketika anaknya telah tiba di Hollywood pun dia masih mencari cari alasan untuk pergi kursus tentunya dengan jalan berbohong. Di tempat kursus itu ia merasakan apa yang tidak ia dapatkan selama di india. Apa yang di lakukan selalu di puji sehingga ia semakin termotivasi melakukan hal itu lagi dan lagi. Nah, di ilmu psikologi fenomena ini di sebut reinforcement yaitu penguatan perilaku. Orang akan cenderung melakukan hal yang sama ketika apa yang ia lakukan di beri semacam penguatan berupa reward. Akhir cerita, dia sukses berbahasa Inggris dan semua orang menaruh hormat padanya, termasuk suami dan anaknya.
Jangan pernah meremehakan kemampuan seseorang. Merasa tidak di hargai itu sangat menyiksa. Pada film ini terlihat sang suami sangat meremehkan istrinya. Sashi sangat mencintai keluarganya meskipun keluarganya memperlakukannya dengan sangat tidak baik. Terlihat dari caranya cemburu kepada suaminya yang sangat kebarat-baratan. Dengan pede-nya sang suami mencium dan memeluk wanita lain di depan istrinya sebagai ucapan halo. Sedangkan selama di tempat kursus sashi juga sempat di taksir oleh seorang koki asal prancis tapi sashi tetap setia kepada suaminya.  Maka dari itu jangan pernah meremehkan orang :’)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar