Selasa, 08 Juli 2014

:)



          Bahwa setiap apa yang kita minta terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Kira-kira sudah berapa kali aku memintaMU untuk sebuah doa yang sama. Sudah kurang lebih 6 bulan ini aku meneteskan air mata pada selembar sajadah usangku. Mungkin dia mulai bosan dengan tangisanku yang selalu sama akhir-akhir ini. Sudah berapa kali berita yang membuatku menghela nafas panjang.
         “belum” katanya sambil mengirimkan emoticon sedihnya. Aku berusaha tersenyum walaupun terkadang ingin menyerah dengan hasil yang selalu sama. Tapi kalau aku menyerah sekarang mungkin aku akan menjadi wanita paling egois sedunia. Panggil aku bodoh jika aku harus menyerah. Aku  seorang calon psikolog. Dimana mentalku untuk memotivasinya. Bagaimana bisa aku menghadapi klienku nanti jika aku tidak bisa membantunya pada masalah ini.  Seberapa berperannya aku sampai aku berani menyerah? Berapa rupiah yang sudah kukeluarkan sampai aku tidak mau bersabar sebentar lagi?  Sedangkan dia berjuang dari satu kota ke kota lain, sudah buntu mungkin otaknya ketika harus melalui beragam test-test yang harus di tempuh, sudah berapa rupiah di keluarkannya demi ini? Tidak. Aku tidak akan berhenti sampai di sini.
Hari ini masih seperti biasa. Di pertemuan dengan pemiliknya, aku masih mengucap doa yang sama “ya allah, pertimbangkan lelahnya”.   
           Jika dalam ujian ini ia mulai lelah segera angkat tubuhnya untuk kembali berdiri. Tunjukkan jalan terangnya. Berikan hamba kekuatan untuk menahan orang lain yang akan menggantikan posisinya. Jangan sampai kegagalannya menjadi penghalang hubungannya dengan tuhannya. Jadikan kegagalan-kegagalannya sebagai pengubah hidupnya. Kelak ia akan menjadi orang yang bijak. Bahwa kegagalannya adalah yang mengantarkan ia untuk sukses.
             Seumur hidupmu, nikmat allah mana yang ingin kamu dustakan?  Dari daftar keingananmu yang pernah kamu pikirkan tanpa kamu berdoa pada tuhanmu,berapa persen yang tidak di kabulkan? Allah sedang mengujimu sayang.  Dia tidak ingin hidupmu datar-datar saja walaupun isinya hanya kebahagian. Karna piano tidak akan menjadi  nada yang indah jika tuts nya  hanya berwarna putih. Selamat menikmati alunan musik hidupmu,sayang. Ketika kamu sudah dapat menikmati iramanya kamu akan merasa semakin mencintai sang pianist hidupmu. Ketika kamu sudah berdiri tegak di kakimu , kembalilah menengok ke belakang. Rasakan betapa indahnya perjalanan hidupmu  sehingga cintamu pada sang pencipta semakin bertambah. Kelak di masa tua jadilah kamu orang tua yang bijak  dan religious.
Tidak ada orang besar yang hidupnya biasa-biasa saja. Seumur hidupmu, nikmat allah mana lagi yang kamu dustakan?sekarang biarkan pianist hidupmu memadukan nada-nada takdirmu. tetaplah seperti ini jagoanku, bersiaplah sukses karna kamu semakin dekat. tenang saja, Hari ini kamu masih dan selalu menjadi laki-laki yang aku banggakan setelah ayahku. Seiring berjalannya waktu kamu akan tetap seperti ini dan tidak pernah berubah. I love u and i don’t care what world say about my stuppid things i do :’) i love u whatever u re today and yesterday, cause tomorow is ours.
                                                                                                                                                                      -my 26-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar