| one and only |
![]() | ||
| the man that always ask me to survive |
Dan tak ada yang mampu ku pilih antara kamu atau orangtuaku. Aku hanya mampu meminta pada pemahatku yang maha Esa, untuk membawa ku pada takdir yang ia mau. antara kamu dan orang tuaku, aku sudah memilihmu dan menghadirkan dalam tiap 5 doa wajibku. Kepada yang maha menghapus airmata manusia aku menceritakanmu semua hal manis yang ada padamu, dan hal buruk yang tak mampu ku korek lagi. Pada yang maha menjawab aku bertanya " apa yang salah pada muslim yang kau anugrahi kesantunan dan agama yang cukup untuk menjadikanku muslimah yang lebih baik kelak? Mengapa jalannya begitu terjal, Bahkan mengapa kau biarkan aku untuk memilih siapa yang lebih aku cintai ? Tak dapatkah aku memilih salah satu di antara mereka ? aku mencintai ke duanya dan aku akan berbakti pada ke duanya"
Dari malam-malam panjang yang ku habiskan dengan menangisi apa yang ku percayai sebagai takdirku allah mulai membisikkan barisan kata indah yang tak mampu ku tirukan.
Dan aku tahu, Bahwa allah membiarkan kami memikul berat beban yang harusnya belum pantas kita pikul demi mempercepat garis finish hubungan kita yang masih berspekulasi di dua takdir, allah tidak ingin kita memubadzrikan waktu kita dengan hanya membuang-buang apa yang kita minta dari orang tua kita , sekali lagi allah mengajarkanku untuk menjadi wanita yang kelak taat pada suami, allah tahu aku orang yang mudah membentuk diri, kini Dia membentukku lewat ujian hidup yang berat , merasakan perjuangan bersamamu agar kelak jika takdir yang kita harapkan menjadi nyata kita akan menjadi teladan bagi sesama kita. Seperti istri sahabat rasullallah yang sangat patuh pada suaminya hingga saat ibundanya wafat ia tidak meninggalkan rumah sama sekali, dan menurut rasullallah ibunya akan masuk surga karena anaknya sangat berbakti pada suaminya. kelak aku akan menjadi sepertinya namun dengan cerita yang beda, aku hanya ingin menjadi istri yang patuh. Tentu saja aku akan taat pada orang yang aku cintai , aku tidak mampu membohongi hatiku . Aku takut jika aku harus hidup dengan orang yang tidak aku cintai aku berlaku seenaknya. Jadi seperti ini cara allah membentuk akhlaqku. aku memperjuangkan orang yang memperjuangkanku. Aku memperjuangkan orang yang ku cintai. Aku memperjuangkanmu dalam diam dan kesederhaan.
Aku tahu bahkan setelah ujian ini dapat kita lalui, kita tidak berhenti sampai di situ. Masalah yang lebih berat dengan hikmah yang lebih besar sedang bersiap mencabik-cabik keimanan kita. Tetaplah menjadi sosok yang kuat dan berada pada jalan lurus yang sepi di saat banyak jalan lain yang ramai orang di sana. Berhentilah mendongengkanku tentang kastil,ruang bawah tanah dengan kamera penjaga yang akan mengawasi harta kita,pengawal wanita yang akan menjagaku saat kamu jauh , keliling dunia sebagai bukti kesuksesanmu dan segala hal yang membuatku terbuai pada hal-hal indahmu. Aku hanya inginkan yang halal bagimu. Aku tidak butuh kamera pengawas untuk harta kita, karna shodaqoh yang akan menjaganya. Aku tidak butuh pengawal atau pengasuh untuk anak-anakku, karena aku akan menjaga diriku denga dzikir dan pakaian yang menjagaku dari fitnah dan syahwat laki-laki lain selainmu, juga untuk anak-anakku, tangan dan mataku sendiri yang akan menjaganya. Aku tidak ingin mereka hanya memanggilku bunda tapi bagi mereka aku hanyalah mesin uang. Aku ingin selalu hadir dalam tiap tahap pertumbuhannya, saat kelak ia mendapat ujian hidup seperti yang dialami pasien-pasien ku , aku juga ingin mereka mendapat perlakuan yang sama dengan pasien-pasienku. Jika kelak kamu tidak bisa membukakan ku tempat praktek karena banyak kebutuhan yang lebih penting dari itu, aku tidak akan merasa berkhianat pada janji profesiku karena aku tetap menjadi psikolog bagi anak2ku dan suamiku. Aku ingin menjadi tempat pertama menjatuhkan kepala saat segala masalah di kantormu mulai membuatmu stress ringan. Aku ingin menjadi dokter sekaligus psikolog saat itu. Esok pagi kamu akan siap dengan gagasan ide yang kamu temukan saat kamu mulai sehat. Aku tidak minta kita keliling dunia dengan kamera di tangan kananmu dan tanganku di tangan kirimu. Karena jika Allah mengizinkan kita, aku hanya ingin ke sana. Tempat milyaran umat muslim memimpikannya,bersujud pada tanah yang paling dekat dengan aroma surga. aku akan menemanimu keliling dunia sebagai tugasmu mencari nafkah. Aku tidak mendambakan kendaraan model terbaru era itu . kelak kita akan berkendaraan paling sederhana di muka bumi. Kendaraan yang rodanya dari manusia yang mengantarkanku ke peristirahatan terakhir sekaligus penantianku bertemu sang khaliq. Aku hanya ingin kamu membuat roda-roda itu ringan dalam membawamu karena aku tak ingin memberatkan mereka dengan dosa-dosaku. Maka bentuk dan tuntunlah aku sebagaimana Rasullallah menjadikan istrinya bidadari-bidadari surga.
Dalam perjalanan hidup di takdir yang kita inginkan kelak, aku tidak meminta kemewahan sebagaimana yang kamu janjikan. Aku hanya mengamini jika kamu sudah mampu memenuhi apa yang wajib kita lakukan sebelum memenuhi apa yang kita inginkan. Aku hanya minta tutuplah segala perjuangan,luka dan perih yang ada pada kita nanti. Jangan sampai mereka tahu , biarkan mereka tahu kita baik-baik saja sebagai janjimu pada orang tuaku. Meraka tidak mengerti bahwa segala sesuatu yang indah di lewati dengan yang sakit lebih dahulu. Mereka tidak mau menyamakan hidup kita dengan musim walaupun begitu kenyataannya. musim kemarau yang keras di bayar dengan hujan yang sangat singkat. Biar hanya kita dan allah yang tahu tentang arti perjuangan yang kita simpan rapat kelak. seperti biasa jangan pernah menyerah karena jika kita menyerah semua akan berubah ceritanya. karena jika cerita ini berubah bagaimana caraku mencintaimu dengan halalku?
Bertahanlah 26 ku, aku tahu bebanmu sangat berat namun kamu tetap berusaha menahan airmata itu. Aku tidak menjanjikan takdir yang bahagia pada hubungan kita, Aku tidak menjanjikan ujian cinta yang akan berakhir tapi aku percaya bahwa takdir yang kita hadapi kelak adalah takdir yang kita butuhkan sebagai ganjaran dari perjuangan kita. Bahwa ujian cinta kita tidak akan berakhir , ketika kita dapat melalui yang satu kita akan menyelesaikan lainya tapi percayalah bahwa ujian itu yang akan menguatkan kita di ujian hidup yang lain .
aku mencintaimu dalam diam dalam ketidakberdayaan melawan tekanan.


