aku mencintaimu dalam diam,seperti daun yang berbisik pada angin yang enggan memberi kepastian kemana ia akan di jatuhkan
mencintaimu dengan kepasrahan pada waktu dan kesunyian doa pada setiap nafas yang tak mampu kamu dengarkan
aku bukan anak baru di petualangan cinta
namun aku tak mau mendikte caramu mencintaiku
karena selama ini air mata yang menetes adalah air mata bahagia yang rasanya enggan untuk ku hapus
aku tidak ingin kau benarkan dalam hal mencintai dan di cintai
aku tak peduli apakah kelak rasamu akan hilang atau tidak
yang ku tahu, bagaimana cara membuatmu tersenyum saat suasana sedang canggung
yang ku tahu, bagaimana usapan yang mampu menenangkanmu saat kamu jatuh
aku tahu dan aku siap atas kegagalanmu dan aku cukup tahu diri untuk kesuksesanmu
membuatmu bahagia bukan hal mudah namun bukan hal yang harus membuatku menyerah
mungkin waktu yang memelukku telah mengikis sedikit demi sedikit caraku memperlakukanmu
aku dapat melihat ketidaknyamanan itu
seandainya kamu tahu, bahwa aku ingin keluar dari waktu yang telah merubahku
aku merindukan masa-masa menunggu
aku merindukan menjadi wanita mandiri yang berdiri di sampingmu
yang terus menegakan badan dan mengangkat dagumu saat kamu merasa jatuh
sebelum aku mati
ijinkan aku mencintaimu dengan benar
setidaknya mencintaimu dengan penuh kenyamanan
mencintaimu tanpa syarat
seperti cinta rajawali kepada langit
dalam hiruk pikuk dunia yang memuakan
dalam diam rajawali
menjaga langit
menanti mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar