Rabu, 18 Maret 2015

ijinkan


 
aku mencintaimu dalam diam,seperti daun yang berbisik pada angin yang enggan memberi kepastian kemana ia akan di jatuhkan
mencintaimu dengan kepasrahan pada waktu dan kesunyian doa pada setiap nafas yang tak mampu kamu dengarkan
aku bukan anak baru di petualangan cinta 
namun aku tak mau mendikte caramu mencintaiku
karena selama ini air mata yang menetes adalah air mata bahagia yang rasanya enggan untuk ku hapus
aku tidak ingin kau benarkan dalam hal mencintai dan di cintai
aku tak peduli apakah kelak rasamu akan hilang atau tidak
yang ku tahu, bagaimana cara membuatmu tersenyum saat suasana sedang canggung
yang ku tahu, bagaimana usapan yang mampu menenangkanmu saat kamu jatuh
aku tahu dan aku siap atas kegagalanmu dan aku cukup tahu diri untuk kesuksesanmu

membuatmu bahagia bukan hal mudah namun bukan hal yang harus membuatku menyerah
mungkin waktu yang memelukku telah mengikis sedikit demi sedikit caraku memperlakukanmu
aku dapat melihat ketidaknyamanan itu
seandainya kamu tahu, bahwa aku ingin keluar dari waktu yang telah merubahku
aku merindukan masa-masa menunggu
aku merindukan menjadi wanita mandiri yang berdiri di sampingmu
yang terus menegakan badan dan mengangkat dagumu saat kamu merasa jatuh

sebelum aku mati
ijinkan aku mencintaimu dengan benar
setidaknya mencintaimu dengan penuh kenyamanan
mencintaimu tanpa syarat 
seperti cinta rajawali kepada langit 
dalam hiruk pikuk dunia yang memuakan
dalam diam rajawali
menjaga langit
menanti mati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar